114 Tenaga Medis dan Karyawan Puskesmas di Kampar Diisolasi Massal

114 Tenaga Medis dan Karyawan Puskesmas di Kampar Diisolasi Massal

Gambar hanya ilustrasi

 

 

     

114 Tenaga Medis dan Karyawan Puskesmas di Kampar Diisolasi Massal
- Masyarakat Kabupaten Kampar sejak Selasa (21/7/2020) malam hingga Rabu (22/7/2020) semakin dihebohkan oleh pandemi Covid-19 dengan adanya proses isolasi mandiri terhadap 114 tenaga medis, staf dan karyawan Puskesmas Bangkinang Kota menyusul adanya kasus positif Covid-19 di Puskesmas yang terletak di pinggir jalan nasional Riau-Sumbar itu.


Menurut informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, pasien ke-22 itu adalah Nyonya EY (42) dan disebut sebagai tenaga medis di Puskesmas Bangkinang Kota.

Pada Selasa kemarin sebenarnya ada tiga tambahan pasien positif di Kabupaten Kampar yaitu pasien dengan nomor 20 merupakan Ny. EL (51), ke-21 Ny. E (51) dan pasien ke-22 Ny. EY (42) sendiri. Namun yang banyak menjadi perhatian dan membuat heboh adalah tentang Ny EY. Sejak Selasa malam kabar isolasi besar-besaran ini telah beredar luas membuat warga terutama di Bangkinang Kota gempar termasuk juga para netizen di media sosial.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar H Dedy Sambudi ketika ditanya mengenai perkembangan kabar ini, Rabu (22/7/2020) siang menyebutkan, tiga pasien tambahan yang merupakan warga Bangkinang Kota dan masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) ini berhubungan dengan pasien positif ke-15, yakni Tuan R (35) dan mereka pernah melakukan kontak dengan R.

Tuan R ini diketahui positif Covid-19 berawal dari kegiatan rapid test di salah satu institusi tempat bekerjanya Tuan R dan hasilnya reaktif. Kemudian dilakukan swab terhadap R, hasilnya positif. Setelah tuan R, menyusul dua pasien positif lainnya yang juga kontak erat dengan R. Keduanya adalah Tuan S (54) dan Nyonya EM (35).

Namun R yang semula dinyatakan positif dan telah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Pekanbaru akhirnya dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan ke rumahnya.

Tracing terhadap R terus berkembang dan akhirnya korban positif menimpa Ny EY yang sebelumnya juga terlibat dalam kegiatan rapid test di instansi tempat R bekerja tersebut.

Dedy Sambudi menjelaskan, proses isolasi, Selasa (21/7/2020) malam dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar H Yusri yang juga menjabat Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kampar.

Sebagian tenaga medis, staf dan karyawan Puskesmas Bangkinang Kota dibawa ke Stanum dengan menggunakan bus sekolah.

Dari 114 petugas medis, staf dan karyawan Puskesmas Bangkinang Kota ini, sebanyak 27 orang yang telah diswab hingga Rabu pagi diisolasi di kantor PMI Cabang Kampar. Sementara sisanya diisolasi di Kawasan Stanum, Bangkinang.

Sambil menunggu hasil tes swab, Layanan di Puskesmas Bangkinang Kota hingga hari ini masih ditutup. Jika beberapa hari ini hasilnya belum juga keluar maka pihaknya akan menempatkan petugas pengganti.

Ia menyebutkan, hari ini Rabu (22/7/2020) pihaknya juga melakukan tes swab terhadap seluruh kepala Puskesmas se-Kabupaten Kampar atau sebanyak 30 orang kepala Puskesmas.

"Yang positif (di Puskesmas Bangkinang Kota) satu orang, cuma karena kontak erat dengan pasien Nyonya EY makanya seluruhnya diisolasi. Mana tahu kemungkinan mereka terkonfirmasi makanya diisolasi, takutnya nanti menyebar ke mana-mana," beber pria yang akrab disapa Budi ini.

Proses isolasi terutama di Kawasan Wisata Stanum dibantu oleh beberapa instansi diantaranya tenaga medis Dinas Kesehatan dibantu Satpol PP, BPBD dan kepolisian.

Hingga Rabu (22/7/2020), total positif Covid-19 menjadi 22 orang. Rinciannya, 7 orang sedang dirawat, 14 sehat dan sudah dipulangkan, 1 orang meninggal dunia.

Kepada masyarakat dan seluruh pihak Kadis Kesehatan Dedy Sambudi menghmbau agar benar-benar mengikuti protokol kesehatan apalagi di tempat-tempat keramaian. Budi menekankan masyarakat agar selalu menjaga jarak, menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun, menggunakan hand sanitizer dan menghindari kerumunan.

"Supaya jangan berkembang seperti ini, disiplin kuncinya," tegas Budi.

Komentar Via Facebook :