BMKG Keluarkan Peringatan Dini: Hujan Sedang hingga Lebat Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Sulsel

Prakiraan cuaca hari ini Senin 2 November 2026. (Dok: BMKG Sulsel)
MAKASSAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (2/11/2026). Peringatan ini dikeluarkan menyusul terdeteksinya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Berdasarkan rilis resmi kanal pemantauan cuaca BMKG Sulawesi Selatan, peringatan dini ini berlaku secara khusus pada sore hari, yakni mulai pukul 14.15 hingga 16.15 WITA.
Melalui peta sebaran peringatan dini, BMKG memetakan status wilayah menggunakan indikator warna. Wilayah yang ditandai dengan warna oranye dikategorikan sebagai daerah utama yang tengah mengalami atau berpotensi tinggi dilanda cuaca ekstrem, yang meliputi:
- Kabupaten Pangkep
- Kabupaten Gowa
- Kabupaten Takalar
Sementara itu, wilayah dengan warna kuning diidentifikasi sebagai daerah transisi yang berpotensi mengalami perluasan dampak cuaca buruk, di antaranya:
- Kabupaten Barru
- Kabupaten Maros
- Kota Makassar
Potensi Gangguan Aktivitas dan Ancaman Hidrometeorologi
Pihak BMKG menegaskan bahwa fenomena cuaca ini berpotensi memicu berbagai gangguan terhadap aktivitas masyarakat, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan (outdoor). Hujan berintensitas lebat yang turun dalam durasi singkat dikhawatirkan dapat memicu genangan air di kawasan perkotaan, khususnya pada titik-titik dengan sistem drainase yang kurang optimal.
Dalam keterangan resminya, BMKG Sulsel mengonfirmasi karakteristik cuaca ekstrem tersebut:
"Potensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada hari ini," tulis BMKG Sulsel dalam kanal informasi resminya, Senin (2/11/2026).
Selain ancaman genangan, tiupan angin kencang yang menyertai hujan lebat turut meningkatkan risiko keselamatan di ruang publik. Pengendara kendaraan bermotor dan masyarakat umum diimbau agar lebih berhati-hati saat melintas di jalan raya karena jarak pandang (visibility) yang menurun drastis.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau papan reklame guna menghindari risiko tertimpa material yang rubuh akibat terpaan angin kencang. Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai atau kawasan dataran rendah yang rawan genangan pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri.
Imbauan Pemantauan Cuaca Berkelanjutan
Mengingat kondisi atmosfer yang sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, BMKG mengimbau masyarakat luas dan pemangku kepentingan terkait untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini.
Masyarakat disarankan untuk senantiasa merujuk pada kanal informasi resmi milik BMKG guna mendapatkan pembaruan peringatan dini secara berkala, sehingga langkah-langkah mitigasi dan antisipasi dini dapat dilakukan secara optimal di wilayah masing-masing.
