Kaltim - KataRakyat

155 ASN Pemkot Balikpapan Donor Darah di HUT ke-55 Korpri, Wawali Bagus Susetyo Kenang Pengalaman Haru Saat Anaknya Lahir

Penulis: Redaksi Senin, 2 November 2026
155 ASN Pemkot Balikpapan Donor Darah di HUT ke-55 Korpri, Wawali Bagus Susetyo Kenang Pengalaman Haru Saat Anaknya Lahir

Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. Bagus Susetyo, M.M., didampingi Plh Sekda Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo, menyapa dan meninjau langsung para ASN yang sedang mendonorkan darahnya di Kantor PMI Balikpapan, Senin (2/11/2026). (Dok: Katarakyat.com)


BALIKPAPAN – Sebanyak 155 Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan ambil bagian dalam aksi sosial donor darah. Kegiatan yang digelar di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Balikpapan, Senin (2/11/2026) ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).

Aksi kemanusiaan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, melainkan momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial serta membantu memenuhi kebutuhan darah di Kota Beriman yang mencapai sekitar 2.000 kantong setiap bulannya.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. Bagus Susetyo, M.M., yang hadir meninjau langsung jalannya kegiatan didampingi Plh Sekda Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh ASN yang berpartisipasi.

Di sela-sela peninjauannya, Bagus membagikan kisah pribadi yang membuatnya memiliki keterikatan emosional mendalam dengan PMI. Ia mengenang perjuangan saat anak pertamanya lahir di salah satu rumah sakit di Balikpapan dan harus menjalani operasi darurat di tengah ketiadaan stok darah.

“Anak saya yang pertama lahir di Restu Ibu. Waktu itu sudah sekitar satu jam tidak keluar. Ternyata ada tali usus yang menjerat dan harus operasi. Stok darah tidak ada,” kenang Bagus.

Sebagai pendatang yang saat itu baru tinggal selama satu bulan di Balikpapan, ia sempat merasa bingung mencari lokasi perolehan darah. Berkat bantuan keluarga, ia akhirnya mendatangi PMI secara mandiri. Pengalaman berharga tersebut menumbuhkan kesadaran mendalam bahwa ketersediaan darah merupakan persoalan krusial penentu keselamatan nyawa manusia.

“Makanya saya tidak pernah lupa dengan PMI. Karena anak pertama saya, saya harus mencari darah sendiri. Ternyata ada perjuangan untuk kehidupan anak saya,” tambahnya.

Melalui momentum HUT ke-55 Korpri ini, Bagus mengajak seluruh insan Korpri dan masyarakat luas agar tidak memandang donor darah sekadar rutinitas seremonial. Pengabdian seorang ASN, kata dia, melampaui batas pelayanan di balik meja.

“Insan Korpri tidak berhenti di balik meja pelayanan. Pengabdian juga mencakup kepekaan nurani untuk hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat. Semoga kebaikan dan keikhlasan Bapak-Ibu sekalian dicatat sebagai amal ibadah dan dilipatgandakan oleh Allah SWT,” tutur Bagus.

Kebutuhan Darah Capai 2.000 Kantong per Bulan

Sementara itu, Ketua PMI Kota Balikpapan, Zulkifli, mengungkapkan bahwa angka kebutuhan darah di Kota Balikpapan tergolong tinggi. Dalam sebulan, PMI harus menyiapkan rata-rata 2.000 kantong darah untuk menyuplai kebutuhan pasien di sekitar 22 rumah sakit di wilayah tersebut.

Kebutuhan ini tidak hanya bersifat darurat, melainkan juga rutin untuk pasien dengan kondisi medis tertentu, seperti penyintas thalasemia.

“Setiap dua minggu sekali, rata-rata ada sekitar 89 anak dari komunitas thalasemia yang membutuhkan transfusi darah secara berkala,” jelas Zulkifli.

Kondisi inilah yang membuat PMI terus menggalakkan partisipasi pendonor sukarela secara berkelanjutan agar stok darah tetap aman. Pada pelaksanaan donor darah HUT ke-55 Korpri ini, tercatat ada 855 calon pendonor dari berbagai unsur yang mendaftarkan diri, dengan 155 orang di antaranya berasal dari unsur ASN.

Zulkifli menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkot Balikpapan dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kepedulian aktif masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga ketersediaan darah demi keselamatan sesama.

“Setetes darah yang disumbangkan memiliki arti yang sangat besar bagi keselamatan dan harapan hidup sesama kita,” pungkasnya.

Ke depan, Pemkot Balikpapan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor—mulai dari PMI, Korpri, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat—demi membumikan semangat gotong royong dan mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang semakin nyaman dan manusiawi.

Bagikan
Bagikan