Kaltim - KataRakyat

Krisis Air Bersih Balikpapan: Waduk Teritip Kritis, 14.000 Pelanggan Terancam

Penulis: Redaksi Senin, 2 November 2026
Krisis Air Bersih Balikpapan: Waduk Teritip Kritis, 14.000 Pelanggan Terancam

Direktur Utama PTMB Dr. Yudhi Saharuddin (tengah) menyampaikan langkah mitigasi dan siaga tangki air saat konferensi pers penanganan penurunan debit air baku waduk di Balikpapan, Senin (2/11/2026). (Dok: Katarakyat.com)

BALIKPAPAN — Krisis air bersih di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, kian mengkhawatirkan. Penurunan drastis debit air baku di Waduk Teritip dan Waduk Manggar membuat kapasitas produksi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyusut tajam, mengancam puluhan ribu pelanggan.

Kondisi terparah kini melanda Waduk Teritip. Dari kapasitas normal yang mampu menghasilkan sekitar 200 liter per detik, produksinya kini terjun bebas tersisa sekitar 60 liter per detik saja.

Anjloknya debit air hingga sekitar 70 persen ini berpotensi melumpuhkan pelayanan air bersih bagi 14.000 dari total 19.000 pelanggan PTMB yang selama ini bergantung penuh pada pasokan Waduk Teritip.

Direktur Utama PTMB, Dr. Yudhi Saharuddin, mengungkapkan bahwa Waduk Teritip saat ini berada dalam status paling krusial karena dampaknya langsung memukul aktivitas warga.

"Yang kritikal hari ini di Waduk Teritip. Dari 19.000 pelanggan, sekitar 14.000 kemungkinan tidak menikmati layanan air," ujar Yudhi saat memberikan keterangan pers di Balai Kota Balikpapan, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan pemetaan PTMB, wilayah yang paling rentan terdampak berada di kawasan Balikpapan Selatan hingga Balikpapan Timur, membentang dari kawasan Manggar hingga Batakan.

Tak hanya Teritip, penurunan debit juga menghantam Waduk Manggar. Sumber air utama yang sebelumnya mampu memasok sekitar 900 liter per detik tersebut kini menyusut ke kisaran 850 liter per detik.

Secara keseluruhan, kedua waduk ini menjadi penopang utama bagi sekitar 49.000 sambungan rumah (SR) pelanggan PTMB di Balikpapan.

PTMB Siapkan Satgas dan Puluhan Mobil Tangki

Menghadapi situasi darurat ini, PTMB bergerak cepat menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terakomodasi.

Langkah pertama yang diambil adalah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan untuk mengawal distribusi air di wilayah terdampak.

Selain itu, PTMB menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah perusahaan swasta yang memiliki fasilitas sumur dalam (deep well). Air dari sumur-sumur tersebut akan difungsikan sebagai titik pengisian (filling station) bagi armada mobil tangki.

Sejauh ini, sekitar 20 unit mobil tangki telah disiagakan untuk menyuplai air secara jemput bola ke wilayah-wilayah yang jaringan perpipaannya mulai kering.

"Untuk kami di PTMB sudah membentuk satgas yang turun untuk membantu langsung masyarakat," tegas Yudhi.

Perburuan Sumber Air Alternatif & Dampak El Nino

Sebagai langkah jangka panjang untuk mengantisipasi potensi kemarau berkepanjangan, PTMB kini tengah memetakan sejumlah sumber air alternatif baru.

Pencarian ini melibatkan sinergi lintas sektoral bersama BPBD, para camat, lurah, hingga ketua RT setempat guna memetakan kantong-kantong air sekaligus mendata kelompok warga yang paling membutuhkan bantuan.

"Kita coba melihat lagi sumber alternatif lain bersama BPBD, kemudian berkoordinasi dengan Pak Lurah, Pak Camat, Pak RT untuk mengidentifikasi masyarakat yang terdampak dan mencari sumber air yang bisa disuplai kepada masyarakat," jelasnya.

Krisis air bersih ini kian diperparah oleh dinamika iklim global, di mana fenomena El Niño memicu kekeringan panjang dan menekan ketersediaan pasokan air baku di waduk-waduk penampungan kota.

Di tengah situasi yang menantang ini, PTMB mengimbau masyarakat Balikpapan agar bijak menggunakan air, aktif menampung air saat aliran masih mengalir, serta memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan non-konsumsi demi menghadapi ancaman krisis air yang lebih luas.

Bagikan
Bagikan