Kaltim - KataRakyat

Karhutla Balikpapan Melandai, BPBD Catat 98,2 Hektar Lahan Terbakar di 6 Kecamatan

Penulis: Redaksi Senin, 2 November 2026
Karhutla Balikpapan Melandai, BPBD Catat 98,2 Hektar Lahan Terbakar di 6 Kecamatan

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, memberikan keterangan terkait penanganan karhutla dan potensi cuaca ekstrem di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (2/11/2026). (Foto: Katarakyat.com)

BALIKPAPAN – Frekuensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Balikpapan mulai menunjukkan tren penurunan seiring berjalannya perubahan kondisi cuaca. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan menegaskan bahwa ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir setelah mencatat total 138 kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai 98,2 hektar.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengungkapkan bahwa intensitas kebakaran saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan periode puncak musim kemarau.

"Saat ini untuk karhutla bisa dikatakan mulai menurun. Biasanya satu hari bisa terjadi tiga sampai empat kali kebakaran lahan, sekarang berkurang menjadi satu sampai dua kali," kata Usman saat ditemui di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (2/11/2026).

Sebaran Kasus Karhutla di 6 Kecamatan

Berdasarkan data resmi BPBD Kota Balikpapan, musibah kebakaran lahan tersebut tersebar di enam kecamatan. Balikpapan Timur mencatatkan jumlah kejadian tertinggi, diikuti oleh wilayah lainnya:

Balikpapan Timur: 55 kejadian

Balikpapan Selatan: 33 kejadian

Balikpapan Utara: 29 kejadian

Balikpapan Tengah: 11 kejadian

Balikpapan Barat: 9 kejadian

Balikpapan Kota: 1 kejadian

Indikasi Pembakaran Sengaja di Kariangau

Di tengah evaluasi penanganan karhutla, BPBD menyoroti dugaan pembakaran lahan secara sengaja di kawasan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Utara. Peristiwa yang terjadi pada malam hari tersebut disinyalir tidak semata-mata dipicu oleh faktor cuaca ekstrem.

"Di daerah utara itu ada indikasi pembakaran secara sengaja. Kejadiannya di kawasan Kariangau dan berlangsung malam hari. Untuk hal ini, kami sudah berkoordinasi langsung dengan pihak Polsek Balikpapan Utara untuk penanganan lebih lanjut," tegas Usman.

BPBD menyerahkan sepenuhnya proses penanganan dan pendalaman lebih lanjut kepada pihak kepolisian guna memastikan penyebab pasti serta menindak tegas oknum yang bertanggung jawab.

Potensi Bencana Hidrometeorologi dan Krisis Air

Seiring melandainya kasus karhutla, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap transisi cuaca. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Balikpapan.

Kondisi transisi ini menuntut penanganan ekstra karena Kota Balikpapan dihadapkan pada dua ancaman sekaligus: potensi banjir akibat hujan lebat, serta pemulihan pasokan air bersih yang belum sepenuhnya normal pasca-kemarau panjang.

"BMKG sudah berkoordinasi dengan kita untuk mengantisipasi potensi hujan intensitas tinggi. Walaupun saat ini kita masih mengalami krisis air, kami meminta masyarakat tetap siap dan antisipasi, baik terhadap dampak hujan lebat maupun potensi krisis air bersih yang belum sepenuhnya pulih," tutup Usman.

BPBD berharap penurunan jumlah titik karhutla tidak membuat warga lengah dan tetap mengedepankan langkah-langkah pencegahan dini terhadap segala bentuk bencana alam.

Bagikan
Bagikan