Misteri Kematian Anggota Polda Sulsel di Mess Tambang Masmindo, Kapolda Angkat Bicara
Kapolda Sulsel Irjen Pol Awal Chairuddin merespons kematian Aipda Kusnadi Usman (43) di tambang emas PT Masmindo Dwi Area. (Dok: INews.id)
LUWU – Seorang anggota Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Aipda Kusnadi Usman (43), ditemukan meninggal dunia di kamar mess perusahaan tambang emas PT Masmindo Dwi Area (MDA), Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu.
Korban ditemukan pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 15.30 WITA dengan luka tembak di bagian leher. Di sekitar lokasi, polisi juga menemukan senjata api dinas jenis V2 Sabhara dan satu selongsong peluru.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri menggunakan senjata api dinas. Namun, penyebab pasti kematian masih menjadi bagian dari penyelidikan.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menjelaskan bahwa sebelum ditemukan meninggal, Kusnadi sempat meminta izin kepada rekannya untuk tidak mengikuti kegiatan briefing karena kondisi kesehatannya kurang baik.
Korban kemudian memilih beristirahat di kamar mess yang ditempatinya bersama rekan sesama anggota Polri.
Peristiwa tersebut terungkap ketika rekan korban kembali dari pos penjagaan dan hendak masuk ke kamar. Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa mendapat respons, saksi menghubungi anggota lainnya untuk membantu memeriksa kondisi korban.
Keduanya kemudian membuka paksa pintu kamar yang terkunci dari dalam. Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di atas ranjang.
Tim Inafis Satreskrim Polres Luwu selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulsel di Makassar untuk pemeriksaan medis. Namun, pihak keluarga disebut menolak pelaksanaan autopsi sehingga pemeriksaan dilakukan melalui visum luar.
Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Awal Chairuddin membenarkan meninggalnya anggota tersebut. Ia mengatakan jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga.
“Kita masih dalami, memang ada meninggal dunia dan kita sudah serahkan ke keluarga. Keluarga pun tidak minta atau tidak autopsi. Nanti akan dijelaskan secara lengkap hasil penyelidikan,” kata Awal kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar, Kamis (6/11/2026).
Kapolda juga menanggapi informasi mengenai dugaan adanya tekanan dari pimpinan yang dialami korban. Namun, ia menyatakan belum menemukan indikasi bahwa persoalan tersebut menjadi penyebab kematian Aipda Kusnadi.
Awal menambahkan, pemeriksaan psikologi dan kesehatan secara berkala telah dilakukan terhadap anggota Polri. Pemeriksaan psikologi juga menjadi salah satu tahapan dalam proses pemberian izin penggunaan senjata api dinas.
Diketahui, Aipda Kusnadi bertugas melakukan pengamanan di kawasan operasional pertambangan PT Masmindo Dwi Area atas permintaan perusahaan.
Hingga Jumat (6/11/2026), kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut untuk memastikan penyebab kematian korban serta mengungkap secara utuh rangkaian kejadian yang terjadi di mess perusahaan tambang tersebut.

