KataRakyat - Informasi Untuk Negeri

Isu Penyadapan Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit dan Sejumlah Perwira Polri Terseret

Penulis: Redaksi Selasa, 3 November 2026
Isu Penyadapan Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit dan Sejumlah Perwira Polri Terseret

Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri) menginspeksi pasukan dalam upacara HUT ke-79 Bhayangkara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (1/7/2025). HUT ke-79 Bhayangkara mengangkat tema Polri Untuk Masyarakat sebagai cerminan semangat pengabdian dan transformasi kepolisian negeri ini. (Dok: Kompas.com)

JAKARTA – Isu penyadapan Presiden Prabowo Subianto menyeret beberapa nama petinggi Polri. Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Pol. Ahrie Sonta, Irjen Pol. Eko Hadi Santoso, hingga Kombes Pol. Ferly Hediyat ramai disebut dalam informasi mengenai pemeriksaan internal Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri, Selasa (3/11/2026).

Informasi tersebut menyebut sejumlah perwira tinggi dan menengah Polri diamankan untuk menjalani pemeriksaan terkait persoalan sensitif di lingkungan kepolisian. Salah satu nama yang disebut adalah seorang perwira tinggi berpangkat jenderal bintang empat berinisial L.

Namun, kabar mengenai dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo maupun penangkapan para perwira tersebut masih bersumber dari keterangan anonim. Belum ada konfirmasi resmi yang disertakan dalam laporan tersebut.

Informasi mengenai pengamanan sejumlah jenderal tersebut juga diberitakan Suara.com pada Selasa (3/11/2026). Namun, laporan itu mengutip sumber anonim yang menyebut seorang jenderal bintang empat berinisial L telah dilepaskan setelah diamankan.

Sementara itu, nama Ahrie Sonta, Eko Hadi Santoso, dan Ferly Hediyat muncul dalam keterangan sumber yang dikutip Senator.id. Mereka disebut sebagai pihak yang diduga terlibat dalam persoalan tersebut.

Hingga informasi dalam laporan sumber tersebut disusun, belum terdapat keterangan resmi yang mengonfirmasi identitas seluruh perwira yang diperiksa maupun dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.

Di tengah derasnya arus informasi, Mabes Polri justru memilih untuk tidak banyak bicara. Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, saat ditemui dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri pada Selasa (3/11/2026), tidak memberikan bantahan maupun pembenaran. Ia hanya tersenyum.

“Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu),” ujar Isir.

Pernyataan itu sontak memantik spekulasi. Ia menyadari adanya informasi yang tengah ramai diperbincangkan, tetapi belum mengungkap secara terbuka apa yang sebenarnya terjadi. Alih-alih memberikan penjelasan langsung, Isir meminta wartawan menunggu waktu pengumuman.

“Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya. Oke, makasih ya,” kata Isir.

Guncangan di barisan jenderal ini terjadi tepat sebulan setelah Jenderal Suyudi Ario Seto resmi dilantik di Istana Negara Jakarta. Ia menggantikan posisi Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang kemudian dipercaya Presiden Prabowo Subianto menduduki pos sipil strategis sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Bagikan
Bagikan