Konser Andrea Bocelli Tetap Lanjut, Puluhan Ormas Islam Gelar Tabligh Akbar di Borobudur
Penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli sukses mengguncang panggung Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu 31 Oktober 2026. (Dok: Istimewa)
MAGELANG — Gelombang penolakan terhadap rencana pertunjukan penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan Candi Borobudur berpuncak pada aksi massa. Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam se-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menggelar acara Tabligh Akbar dan Doa Bersama di kawasan komplek candi pada Sabtu sore (31/10/2026).
Aksi keagamaan ini digelar setelah langkah konsolidasi dan upaya pembatalan konser secara formal yang ditempuh pihak aliansi tidak membuahkan hasil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gerakan protes ini berawal dari konsolidasi maraton sejak 13 Oktober 2026. Gerakan yang semula diinisiasi oleh delapan ormas tersebut terus meluas hingga menghimpun dukungan dari sekitar 70 ormas di wilayah Jateng dan DIY.
Meskipun aliansi telah melayangkan surat penolakan resmi kepada lima kementerian, jajaran kepolisian, hingga pihak pengelola lokasi, agenda pertunjukan dilaporkan tetap berjalan sesuai jadwal.
Ketua Front Pembela Islam (FPI) Magelang Raya, Sunandar Seno Saputro, menyampaikan penyesalannya atas sikap pemerintah dan pihak penyelenggara yang dinilai tidak mengindahkan aspirasi publik serta imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Ternyata kita dengar sampai hari ini, 31 Oktober, kegiatan konser masih terus berjalan. Itu yang sangat kita sesalkan dan sayangkan," ujar Sunandar saat ditemui di Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur Sawitan, Kabupaten Magelang, Sabtu (31/10).
Sunandar menjelaskan bahwa penolakan tersebut dilatarbelakangi oleh rekam jejak penyanyi legendaris tersebut yang dinilai terafiliasi dengan Israel, sehingga dinilai mencederai nilai-nilai kemanusiaan.
Meski demikian, Sunandar menegaskan bahwa aliansi ormas Islam tidak bersikap anti terhadap industri pariwisata maupun kehadiran seniman internasional di tanah air. Penolakan ini murni tertuju pada figur musisi yang bersangkutan.
"Sebetulnya kita tidak pernah melarang jika ada konser atau hiburan sekelas penyanyi internasional. Namun, kenapa harus Andrea Bocelli yang banyak mendapat tantangan dan rintangan," terangnya.
